pendidikan sistem mikroprosesor

Perangkat Pengembangan Mikrokontroler ATMega

Berikut ini perangkat pengembangan sistem mikrokontroler ATMega yang saya pakai:

  • Komputer laptop/desktop untuk melakukan kompilasi dan upload program
  • Rangkaian sistem mikrokontroler ATMega8535 yang dilengkapi dengan konektor ISP (In System Programming). Deskripsi rangkaian ini dapat dibaca di artikel rangkaian sederhana ATMega8535
  • Antar muka USB to Serial adapter, perangkat ini dipakai untuk menghubungkan konektor serial di rangkaian ATMega dengan konektor USB di komputer PC. Jika menggunakan desktop PC yang ada port serialnya, perangkat USB to serial adapter ini tidak diperlukan. Output dari port serial mikrokontroler sangat berguna untuk mengetahui jalannya program di dalam mikrokontroler tersebut.
  • Kabel serial RS-232 jenis ‘straight’
  • Adaptor dari jala-jala listrik ke DC 12V
  • Programmer USB-ISP merek DI-USB AVR ISP V2 (DIM.024)  buatan Depok Instruments. Dapat dibeli di Jaya Plaza Bandung. Berbagai macam programmer AVR lain dapat dibaca di artikel tentang programmer AVR secara umum dan di artikel tentang progammer AVR buatan Indonesia.

perangkat-pengembangan-mikrokontroler-IMG_5695

Rangkaian mikrokontroler:

rangkaian-prosesor-atmega8535-sederhana-IMG_5685

Implementasi dengan PCB single layer. Konektor DB9 untuk RS232 dari jenis female, dan diletakkan di pinggir PCB supaya kabel serial dapat dipasang tanpa menabrak PCB.

Fiturnya:

  • Mikrokontroler ATMega8535, bisa juga diganti dengan ATMega16 karena pin nya sama
  • Crystal 16MHz
  • Port serial untuk input output
  • 8 buah LED dihubungkan ke port C untuk debugging
  • Port ISP
  • Masing-masing port A , port B , port C dan port D dikeluarkan ke sebuah konektor 10 pin, sehingga memudahkan jika rangkaian ini dipakai untuk keperluan khusus.
  • LED hijau untuk power ON.

Penampakan modul mikrokontroler dari sudut lain:

rangkaian-mikrokontroler-atmega8535-IMG_5686

 

Pada bagian kiri bawah nampak 3 macam konektor power 12V. Konektor yang warna putih dan hitam mempunyai keunggulan tidak dapat dipasang terbalik, sehingga memudahkan pada waktu percobaan. Pada akhirnya yang paling sering dipakai adalah konektor DC warna hitam, karena lebih kuat. Konektor putih kelemahannya adalah kabelnya mudah putus.

Modul programmer:

programmer-usb-isp-avr-IMG_5691

3 Comments

  • Bima
    18/02/2014 - 15:22 | Permalink

    Pak, mau tanya kalau untuk USB to serial RS232 itu apa bisa digunakan untuk download prgram dari pc ke mikro ?

  • Pingback: Contoh Layout ATMega Single Layer « Elektrologi

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Powered by: Wordpress